Kantor BSPP Kab. Padang Lawas Utara

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Lokasi Candi Bahal Portibi Kab. Paluta

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

My Aventure Kecamatan Dolok Kab. Paluta

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Selasa, 23 Agustus 2016





PALUTA.anakpangaratto.blogspot.com Seharusnya seorang Aanggota  DPRD menjadi contoh serta tauladan Yang Baik bagi masyarakat serta Generasi Muda, Namun Sebaliknya Dengan Salah satu Anggota DPRD Kabupaten Padang Lawas Utara dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP)  DAPIL 1 Kecamatan Padang Bolak-Portibi, MULA TUA SIREGAR  "alih-alih memberikan contoh yang baik malah Anggota DPRD Kab. Paluta dari Partai Persatuan dan Pembangunan tersebut  Memberi contoh Yang buruk  bagi Masarakatnya,  Anggota DPRD tersebut  Ditangkap Bersama 2 Orang Rekanya Saat Sedang Lagi Asik Pesta Narkoba jenis Sabu, Disebutkan, penggerebekan itu dilakukan oleh oleh Kanit Reskim Padang Bolak  di sebuah Pondok Kebun Sawit di kawasan, Dusun Tano Ponggol Desa Aek Suhat Kecamatan Padang Bolak Kabupaten Padang Lawas Utara, Minggu (21/8) jam 17.00 wib, Penggerebekan tersebut bersumber dari informasi masyarakat  yang sudah lama resah dengan kegiatan para pelaku.


Dalam penggerebekan itu, petugas mengamankan 3 orang saat asyik pesta  sabu, 1 di antaranya merupakan Merupakan Anggota DPRD Kab. Padang Lawas Utara  MULA TUA SIREGAR (50) warga Lk.V Pasar Gunungtua Imbalo Harahap (41) warga Desa Sibatang Kayu dan Isa Harahap (41) Juga Warga Desa  Sibatang Kayu Kecamatan Padang Bolak, serta barang bukti , 1 (satu Bungkus Kecil Narkoba Jenis Sabu seberat 0, 02 gram, 2 (dua) buah mancis , 1 (satu) buah pisau lipat, 2 (dua) buah Pipet Aqua untuk sendok sabu 1 (satu) buah Rokok Malboro  sebagai penyimpanan sabu, 1 (satu) buah Kaca Pirek yang berisi sisa sabu-sabu yang dipakai.


Saat di konfirmasi Kapolsek Padang Bolak AKP S. Siregar,  Senin (22/8) mengatakan " ya benar bahwa adanya penangkapan terhadap 3 pelaku pesta Narkoba, untuk informasi yang lebih jelas silahkan konfirmasi ke Polres Tapsel "ungkapnya.
Setalah dikonfirmasi  melalui telephone Seluler ke Kapolres Tapanuli Selatan, melalui Kasat Narkoba AKP Mulyadi Efendi turut membenarkan bahwa benar adanya penangkapan 3 (tiga) orang tersangka pemakai Narkoba Jenis sabu di Dusun Tano Ponggol Desa  Aek Suhat Kecamatan Padang Bolak (22/8)  ke 3 (tiga) tersangka tesebut sekarang sudah ada di Polres TAPSEL.  adapun ke 3 (tiga) tersangka MULA TUA SIREGAR (50) warga Lk.V Pasar Gunungtua Imbalo Harahap (41) warga Desa Sibatang Kayu dan Isa Harahap (41) Juga Warga Desa  Sibatang Kayu Kecamatan Padang Bolak. untuk di periksa lebih lanjut. (ZzR Medsos)



Selasa, 16 Agustus 2016

Festival Drumband Rebut Piala Bupati Paluta


Paluta , Menyambut dan memeriahkan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) RI ke-71 Tahun 2016, Pemerintah Kabupaten Padang Lawas Utara (Paluta) menggelar festival drumband kemerdekaan memperebutkan piala Bupati Paluta, Minggu (14/8).
Acara yang digelar di halaman kantor Bupati Paluta, dikhususkan untuk peserta tingkat SD sederaja,t dibuka untuk seluruh wilayah Tabagsel dan diikuti 10 tim yakni 9 tim dari Paluta dan satu tim dari Palas.
Ketua Pantia Festival Edi Saleh Lubis, melalui sekretaris panitia Sugeng Siregar SSTP mengatakan, festival merupakan salah satu agenda kegiatan dari Pemkab Paluta dalam rangka menyemarakkan HUT RI.
Festival memperlombakan tiga kategori, yakni kategori parade, kategori display atau atraksi dan kategori drum battle. Dan tim penilai, didatangkan dari Medan dan Padang Sidimpuan yang sudah berpengalaman memberikan penilaian perlombaan drumband.Dia menambahkan, perlombaan diawali dengan kategori parade yang mengambil titik start dari halaman kantor Dinas PPKAD Paluta menuju halaman kantor Bupati Paluta.
Untuk ketiga kategori festival. penilaiannya sangat berbeda dan seluruh tim? yang berhasil meraih nilai tertinggi setelah digabungkan dari ketiga kategori, nantinya akan menjadi juara umum dan berhak atas piala Bupati Paluta.“Penyerahan piala kepada pemenang, dijadwalkan langsung oleh Bupati Paluta Drs Bachrum Harahap usai pelaksanaan upacara peringatan HUT RI,” katanya.
Dia berharap, dari kegiatan festival drum Band yang sudah dua tahun dilaksanakan secara berturut-turut, kiranya dapat menjadi cikal bakal menjadikan Paluta sebagai pelaksana festival drum Band tingkat provinsi Sumatera Utara.
Hal senada dikatakan Ketua Tim Penilai Safriandi. Dia menyebutkan, penilaian dalam festival tersebut akan diupayakan seadil mungkin.
Dia juga mengatakan, melalui festival tersebut dijadikan sebagai ajang mencari bakat untuk dilatih nantinya menjadi tim drumband Kabupaten Paluta. Sumber  (ais)

Jumat, 01 April 2016

Persatuan Tenis Meja Seluruh Indonesia (PTMSI) Menuju Malay Center Riau,Pekanbaru

anakpangaratto.blogspot.com (paluta) Persatuan Tenis Meja Seluruh Indonesia (PTMSI) Kabupaten Paluta ikuti kejuaraan tenis meja Turnamen Malay CUP di Pekanbaru, Riau. Turnamen yang diselenggarakan di Gelanggang Olahraga (GOR) Malay Center itu dimulai sejak Jumat-Minggu (25-27/3).
Sebelum rombongan dari PTMSI Kabupaten Paluta menuju Pekanbaru,Riau untuk mengikuti turnamen, terlebih dahulu Akhmad Syukur Harahap selaku pimpinan rombongan memohon doa dan dukungannya kepada KONI Kabupaten Paluta.Ahmad Syukur Harahap mengatakan, tim dari PTMSI Paluta yang akan diberangkatkan ke Pekanbaru, Riau sebanyak 9 atlet yang terbagi atas tim Putra untuk kelas umum dan Putra Junior serta tim Putri Junior.
Sementara, salah satu atlet yang mengikuti turnamen terbuka Malay CUP Gembira Harahap meminta doa dan dukungan dari masyarakat Paluta agar nantinya disaat mengikuti turnamen bisa memperoleh hasil yang positif, hasil yang bisa mengharumkan nama baik Kabaupaten Paluta.
Ketua PTMSI Kabupaten Paluta Maralobi Siregar Ssos MM menjelaskan kegiatan untuk mengikuti turnamen di Pekanbaru bertujuan untuk mencari bibit serta dalam rangka meningkatkan prestasi atlet tenis meja di bawah naungan PTMSI Paluta. Selain itu juga untuk menambah pengalaman dan jam bertanding seluruh atlet tenis meja yang ada di Kabupaten Paluta sehingga mampu menghadapi kejuaraan yang lebih tinggi lagi seperti kejuaraan tenis meja ditingkat Provinsi maupun ditingkat Nasional.
Kemudian, dengan keaktifan tim dari PTMSI Paluta dalam mengikuti berbagai turnamen diyakini akan membawa dampak yang positif bagi para atlet tenis meja yang ada di Paluta. Karena, ia melihat kegiatan ini sangat bernilai dalam upaya pembinaan dan pengembangan olahraga cabang olahraga tenis meja di Kabupaten Paluta.
Kadisporabudpar Paluta Drs Hailullah Harahap MM mengatakan, bahwa Pemerintah Kabupaten Paluta menyambut baik atas keikutsertaan PTMSI Paluta dalam turnamen yang diadakan di Pekanbaru itu.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Paluta saya menyambut baik atas keikutsertaan tim dari PTMSI Paluta. Pemkab Paluta mendukung sepenuhnya perjuangan atlet-atlet yang berprestasi. Semoga nantinya pada turnamen di Pekanbaru bisa meraih medali yang nantinya bisa mengharumkan nama baik Paluta,” harapnya. (Mtrotabagsel)

Kamis, 17 Juli 2014

Berita Terbaru Padang Lawas Utara (Paluta): DAFTAR ANGGOTA DPRD KABUPATEN PADANG LAWAS UTARA P...

Berita Terbaru Padang Lawas Utara (Paluta): DAFTAR ANGGOTA DPRD KABUPATEN PADANG LAWAS UTARA P...: DAPIL 1 1. Kaspolan Siregar (NasDem) 2. Komarta Siregar SKM (PDIP) 3. Amas Muda Siregar SE (Golkar) 4. Gentha Ibnu Aslantua Harahap ST (Gol...

RAZIA PSK DI PADANG LAWAS UTARA

anakpangaratto.blogspot.com Paluta , Tim terpadu Kabupaten Padang Lawas Utara menggelar Razia ditempat-tempat hiburan malam dan cafe-cafe serta penginapan yang diduga menjadi penyakit masyarakat di Kabupaten Padang Lawas Utara yang dilaksanakan pada Hari Senin, 14 juli sekitar jam 10 .00 Wib menangkap 10 laki-laki dan perempuan serta sepasang Siswa SMA.

dari hasil penjaringan tersebut antara lain tiga PSK berinisial LS, MI dan DW diamankan dari cafe yang berada di Desa Supupus Kecamatan Padang Bolak Julu. dan selain itu diamankan juga sepasang kekasih yang masih SMA di Simpang Nagasaribu Berinisial MH dan BH yang sedang Asyik berpacaran. dan beberapa orang lainnya terjaring di beberapa Hotel yang berada di Gunungtua antara lain berinisial AD,AF,NS,MI dan YE, serta dua pemilik cafe yang berada disipupus NY, dan Ef penjual Miras di Paranginan, Kecamatan Padang Bolak

Razia yang dilaksanakan tersebut melibatkan MUI Padang Lawas Utara, Badan Kesbangpol Linmas Padang Lawas Utara, Polsek Padang Bolak , Batalyon 123 Rajawali , Koramil 02 PB, Serta bagian Hukum Setdakeb Paluta  dan Pers.

Kasatpol PP Padang Lawas Utara ALI Ja'far menyatakan bahwa Razia tersebut merupakan tindak lanjut dari penertiban serta himbauan yang kita lakukan pada awal Ramadhan kemaren. selain itu Razia ini bertujuan untuk ketenangan dan kenyamanan masyarakat Padang Lawas Utara dalam menjalakan Ibadah Puasa selama Bulan Ramadhan Jelasnya.

 Ali Ja'far menambahakan setelah dilakukan pemeriksaan dan pendataan selanjutnya, akan diberikan arahan serta pembinaan, para PSK dan pasangan yang terjaring pada Razia akan dibebasakan dengan perjanjian apabila terjaring kembali akan di kenakan saksi yang lebih keras lagi. Sedangkan sepasang kekasih yang masih SMA tersebut, dilepaskan setelah dijemput oleh orang tua masing-masing.

senada dikatakan Kasi Penertiban Umun dan Penegakan Hukum SATPOL PP Padang Lawas Utara Sukri AR bahwa dalam Waktu dekat penertiban ataupun Razia ini akan di adakan kembali selama bulan Ramadhan ini, dan apabila ada PSK yang telah terdata terjaring kembali, maka akan diberika sanksi dan tindakan yang lebih keras lagi Ungkapnya....

Kamis, 10 Oktober 2013

LAGI-LAGI ANGGOTA DPRD PALUTA BERBUAT MESUM

Janda Ditelanjangi, Disiksa Anggota DPRD

Foto mesra Supriandi Harahap dengan AD
Di Toilet JB Karaoke
Citra Wakil Rakyat kembali tercoreng. Seorang janda beranak dua mengaku disiksa, ditelanjangi anggota DPRD Paluta di toilet JB Karaoke.
Paluta, JAM 16.00 WIB
Anggota DPRD Padang Lawas Utara (Paluta) itu adalah, Supriadi Harahap (38). Dia dari Fraksi Partai Hanura dan tinggal di Jalan BM Muda Siregar, Kelurahan Silandit, Kecamatan Padang Sidempuan Selatan, Kota Padang Sidempuan.  Sementara janda beranak dua yang jadi korban adalah, AD (28) warga Desa Muara Tais, Padang Sidempuan. AD sendiri tak lain adalah wanita simpanan wakil rakyat tersebut.
Ulah bejat Supriadi sendiri terungkap saat M Yais Harahap, abang kandung AD membeberkannya ke kru koran ini, Rabu (9/10) sekira jam 16.00 wib. Menurut Yais, peristiwa itu terjadi awal September 2013 malam kemarin. Saat itu AD dan Supriadi datang ke JB Karaoke, salah satu lokasi hiburan di Padang Sidempuan. “Kejadiannya pas awal September kemarin,” kata Yais ke kru koran ini di Medan.
Dalam KTV (ruang karaoke), sambil menyanyikan lagu, Supriadi bersama beberapa temannya menenggak minuman keras. Disitu, AD yang disuruh Supriadi untuk menemani temannya bernyanyi. Tapi, entah apa penyebabnya. Tiba-tiba Supriadi Marah. “Padahal yang menyuruh adikku nemani temannya nyanyi ya dia (Supriadi). Tapi dia kok marah. Seperti cemburu gitu. Memang, adikku itu sudah setahun setengah menjalin hubungan sama dia,” sambung Yais.
AD pamit ke toilet. Pintu toilet yang dikunci dari dalam didobrak. Supriadi marah besar. Dalam kondisi mabuk, Anggota DPRD Paluta dari Fraksi Hanura itu memukuli AD. “Kepala adikku sampai bocor dipukulnya dengan benda tumpul. Lehernya juga berdarah, kena kukunya,” katanya.
Tak puas memukuli AD. Supriadi kemudian menelanjangi AD sembari terus memukulinya. “Sambil dipukulinya, adikku juga ditelanjanginya. Udah kayak binatang dibuatnya,” imbuh Yais. AD teriak minta ampun. Tapi Supriadi yang kesetanan terus memukulinya. Dalam kondisi bugil, AD berusaha kabur menyelamatkan diri. Janda beranak dua itu lari ke belakang gedung JB Karaoke sambil memegangi pakaiannya. “Udah minta ampun pun adikku. Tapi masih tetap dipukulinya,” katanya.
Di luar KTV. AD dikejar Supriadi, ia kembali dipukuli. Beruntung seorang petugas keamanan JB Karaoke menolong AD sembari melerai Supriadi yang kesetanan. “Kalau gak ditolong sama satpam. Mungkin adikku mati dipukulinya,” terang Yais. Dalam kondisi babak belur, AD pulang ke rumah kontrakannya. AD lalu menceritakan peristiwa yang baru dialaminya itu ke keluarganya.
Siangnya, AD melaporkan Supriadi ke Polres Padang Sidempuan atas kasus penganiayaan. Pengaduannya diterima sesuai dengan No Pol: STPL/454/IX/2013/SU/PSP. “Si Supriadi itu memang kejam. Sudah sering adikku itu dipukulinya. Tapi, saat itu dia sudah gak tahan lagi. Makanya melapor ke polisi,” kata M Yais Harahap.(rom/ir)

Jumat, 23 Agustus 2013

Direktur Utama Rumah Sakit Gunung Tua Tertangkap

Paluta  anakpangaratto.blogspot.com - Direktur RSUD Gunungtua, Kab Padang Lawas Utara (Paluta), dr.NBH ditangkap Penyidik Subdit III/Tipikor, Ditreskrimsus Poldasu, bersama stafnya  H.RTH, SKM, Rabu (21/8) sekira pukul 19.00 wib, dalam kasus korupsi pengadaan alat-alat kesehatan di rumah sakit tersebut.

Dr. NBH, selain kapasitasnya sebagai direktur, dalam proyek pengadaan alkes itu bertindak sebagai Pengguna Anggaran (PA) sedangkan H.RTH,SKM bertindak sebagai Pejabat Pembuat Komitmen (PPK). Kerugian negara dalam kasus itu sebesar Rp.5 milyar lebih.

Direktur Ditreskrimsus Poldasu, Kombes.Pol.Drs. Sadono Budi Nugroho,SH, mengatakan, keduanya ditangkap ketika sedang santai disalah satu restoran siap saji (Mc Donald) di Medan.

Dikatakannya, kasus dugaan korupsi yang menjerat kedua pejabat di RSUD Gunung Tua itu terkait pengadaan alat-alat kesehatan, dengan cara mark up.

"Setelah kita teliti, harga alat-alat kesehatan untuk Rumah sakit itu dibengkakan (Mark Up). Bahkan, disinyalir, alat-alat kesehatan itu rekondisi," katanya.

Penyidik Subdit IIi/Tipikor, kata Sadono masih mengembangkan kasus tersebut, manakala ada tersangka selain kedua tersangka tersebut.

Dijelaskannya, pengadaan alkes di RSUD Gunungtua, Kab Paluta, juga melibatkan rekanan, Ridwan Winata, yang kini ditahan Kejati Lampung.

"Ridwan Winatar adalah rekanan pengadaan Alkes di 6 Kab/Kota di Sumut, yaitu Kab Tobasa, Samosir, Tapteng, Sibolga, Labusel termasuk Paluta," terangnya sembari menyebut, dalam dugaan korupsi pengadaan Alkes di Paluta, pria turunan China asal Pematang Siantar itu, ikut sebagai tersangka. Tapi, yang bersangkutan saat ini ditahan di Tahanan Kejati Lampung.

Dalam kesempatan itu juga, Dirreskrimsus Poldasu, Kombes.Pol.Drs. Sadono Budi Nugroho,SH mengatakan, pihaknya tengah menyelidiki dan melakukan penyidikan dugaan korupsi pengadaan Alkes dan KB di 6 Kab/Kota.

Hingga saat ini, sambungnya, dari 6 Kab/Kota, Tipikor Poldasu sudah menahan 9  tersangka. Satu orang dari Pemkab Tobasa yaitu Kepala BKKBN yang juga mantan Kadis Kesehatan Tobasa, dr.Haposan Siahaan M.Kes, selaku PPK (Pejabat Pembuat Komitmen).kerugian negara Rp.4,9 milyar.

dana yang dianggarkan untuk pengadaan Alkes Tobasa  sebesar Rp.9 milyar, bersumber dari Bantuan Daerah Bawahan (BDB) Pemprovsu TA 2012.

Kemudian dari proyek alkes Pemkab Labusel ada 6 tersangka yaitu, Syahrulan selaaku PPK (Pejabat Pembuat Komitmen)n, JW (Direktur perusahaan), JT (wadir I rekanan) TN alias AS, SYN dan R kelimanya berasal dari Kabupaten Labuhan Batu Selatan (Labusel), dengan kerugian negara Rp.10 milyar. Menyusul dari Paluta, dr.NBH dan H.RTH,SkM, dengan kerugian negara Rp.5 Milyar lebih.

Selasa, 13 Agustus 2013

Pilkada Paluta syarat dengan politik uang



MEDAN - Pemilihan Kepala Daerah Kabupaten Padang Lawas Utara (Paluta) yang akan dilaksanakan pada 14 Agustus nanti, diduga para kandidat memilih menggunakan politik uang dari pada penyadaran kepada masyarakat terkait pelaksanaan demokrasi yang dilaksanakan 1 sekali 5 tahun.

Berdasarkan informasi yang diterima Waspada Online di Medan hari ini, para kandidat memanfaatkan kondisi masyarakat yang mengalami kesulitan ekonomi karena harga getah karet selaku penghasilan warga harganya mengalami penurunan beberapa bulan ini.

Seorang warga Paluta yang enggan namanya ditulis mengatakan, bahwa tim pasangan calon sudah mulai menghitung uang yang akan dikasihkan kepada masyarakat agar mereka memilih pasangan tersebut.

Jumlah uang yang akan diberikan setiap orangnya sekitar Rp100.000 hingga Rp200.000. "Biasanya akan diberikan setiap orang yang ikut memilih. Pasarannya Rp100.000 hingga Rp200.000. Warga karena sangat butuh uang malah senang dengan politik seperti itu," tambahnya.

Namun, berdasarkan pantauan Waspada Online tidak terlihat pengawasalan yang dilakukan tim pengawas pemilu di Paluta. Sehingga tim sukses para kandidat dengan mudahnya melakukan politik uang tanpa adanya teguran dari tim panwaslu Paluta.